Selasa, 04 Mei 2010

puisi sebagai wujud nyata dari perasaan


pengertian puisi

Secara etimologis, kata puisi dalam bahasa Yunani berasal dari poesis yang artinya berati penciptaan. Dalam bahasa Inggris, padanan kata puisi ini adalah poetry yang erat dengan –poet dan -poem. Mengenai kata poet, Coulter (dalam Tarigan, 1986:4) menjelaskan bahwa kata poet berasal dari Yunani yang berarti membuat atau mencipta. Dalam bahasa Yunani sendiri, kata poet berarti orang yang mencipta melalui imajinasinya, orang yang hampir-hampir menyerupai dewa atau yang amat suka kepada dewa-dewa. Dia adalah orang yang berpenglihatan tajam, orang suci, yang sekaligus merupakan filsuf, negarawan, guru, orang yang dapat menebak kebenaran yang tersembunyi.

Menurut Kamus Istilah Sastra (Sudjiman, 1984), puisi merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait.

Watt-Dunton (Situmorang, 1980:9) mengatakan bahwa puisi adalah ekpresi yang kongkret dan yang bersifat artistik dari pikiran manusia dalam bahasa emosional dan berirama.

Carlyle mengemukakan bahwa puisi adalah pemikiran yang bersifat musikal, kata-katanya disusun sedemikian rupa, sehingga menonjolkan rangkaian bunyi yang merdu seperti musik.

Samuel Taylor Coleridge mengemukakan puisi itu adalah kata-kata yang terindah dalam susunan terindah.

Ralph Waldo Emerson (Situmorang, 1980:8) mengatakan bahwa puisi mengajarkan sebanyak mungkin dengan kata-kata sesedikit mungkin.

Putu Arya Tirtawirya (1980:9) mengatakan bahwa puisi merupakan ungkapan secara implisit dan samar, dengan makna yang tersirat, di mana kata-katanya condong pada makna konotatif.

Herman J. Waluyo mendefinisikan bahwa puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan pengonsentrasian struktur fisik dan struktur batinnya.

Ada juga yang mengatakan bahwa puisi adalah bentuk karya sastra yang mengekspresikan secara padat pemikiran dan perasaan penyairnya, digubah dalam wujud dan bahasa yang paling berkesan.

cara membuat puisi yang baik
Langkah-langkah dalam membuat puisi :
Carilah judul yang sederhana
Buat puisi dengan cara melengkapi kalimat
Langkah awal guru menyiapkan kata-kata untuk melengkapi kalimat itu
Langkah berikutnya melengkapi kalimat sendiri.

unsur puisi
Berikut ini merupakan beberapa pendapat mengenai unsur-unsur puisi.

(1) Richards (dalam Tarigan, 1986) mengatakan bahwa unsur puisi terdiri dari (1) hakikat puisi yang melipuiti tema (sense), rasa (feeling), amanat (intention), nada (tone), serta (2) metode puisi yang meliputi diksi, imajeri, kata nyata, majas, ritme, dan rima.

(2) Waluyo (1987) yang mengatakan bahwa dalam puisi terdapat struktur fisik atau yang disebut pula sebagai struktur kebahasaan dan struktur batin puisi yang berupa ungkapan batin pengarang.

(3) Altenberg dan Lewis (dalam Badrun, 1989:6), meskipun tidak menyatakan secara jelas tentang unsur-unsur puisi, namun dari outline buku mereka bisa dilihat adanya (1) sifat puisi, (2) bahasa puisi: diksi, imajeri, bahasa kiasan, sarana retorika, (3) bentuk: nilai bunyi, verifikasi, bentuk, dan makna, (4) isi: narasi, emosi, dan tema.

(4) Dick Hartoko (dalam Waluyo, 1987:27) menyebut adanya unsur penting dalam puisi, yaitu unsur tematik atau unsur semantik puisi dan unsur sintaksis puisi. Unsur tematik puisi lebih menunjuk ke arah struktur batin puisi, unsur sintaksis menunjuk ke arah struktur fisik puisi.

(5) Meyer menyebutkan unsur puisi meliputi (1) diksi, (2) imajeri, (3) bahasa kiasan, (4) simbol, (5) bunyi, (6) ritme, (7) bentuk (Badrun, 1989:6).

Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur puisi meliputi (1) tema, (2) nada, (3) rasa, (4) amanat, (5) diksi, (6) imaji, (7) bahasa figuratif, (8) kata konkret, (9) ritme dan rima. Unsur-unsur puisi ini, menurut pendapat Richards dan Waluyo dapat dipilah menjadi dua struktur, yaitu struktur batin puisi (tema, nada, rasa, dan amanat) dan struktur fisik puisi (diksi, imajeri, bahasa figuratif, kata konkret, ritme, dan rima)

contoh puisi
Kepada Seorang Ayah yang berbahagia,


Koleksi Photo Jim Henry

Kubayangkan butir air mata memenuhi pelupuk matamu
saat kau membacakan baris-baris kasih sayang
kepada buah hatimu
Kusapa, ada beberapa butir air mata menggantung di sukmaku
hendak menyeruak ke dunia menemani keharuanmu

Tak ada yang dapat kuucapkan hari ini
seperti hari kemarin, aku hanya bisa membisu
coba kutulis beberapa kata ungkapan kehormatan
kepadamu yang kini duduk menyaksikan ilham Allah
merasuki tulang-tulang tuamu.

Adakah aku akan melihat orang tuaku
sebahagia lantunan nyanyian hatimu
yang hendak menempuh tahap tertinggi kodrat manusia?
aku merenung menggores bayangan butiran air matamu
yang terdorong keluar oleh kebahagiaan
aku berusaha menutupi jalan untuk air mataku
yang tak sanggup menahan keharuan
menuntut jalan keluar,
mungkin hendak berteman dengan air matamu
DeKalb, June 10, 1999

tugas:
1. diskusikan tentang undur-unsur yang membangun puisi,, dan buat kesimpulannya.
2. buatlah puisi sederhana sesuai dengan cara membuat puisi yang baik.

7 komentar:

  1. Bu, ini saya, Sholihati. Jawabannya adalah:
    1. Unsur-unsur puisi: (a)Perwajahan puisi (tipografi), yaitu bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik, (b)Diksi, yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Karena puisi adalah bentuk karya sastra yang sedikit kata-kata dapat mengungkapkan banyak hal, maka kata-katanya harus dipilih secermat mungkin. Pemilihan kata-kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna, keselarasan bunyi, dan urutan kata, (c) Imaji, yaitu kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Imaji dapat dibagi menjadi tiga, yaitu imaji suara (auditif), imaji penglihatan (visual), dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil). Imaji dapat mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat, mendengar, dan merasakan seperti apa yang dialami penyair, (d)Kata kongkret, yaitu kata yang dapat ditangkap dengan indera yang memungkinkan munculnya imaji. Kata-kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambang. Misal kata kongkret “salju: melambangkan kebekuan cinta, kehampaan hidup, dll, sedangkan kata kongkret “rawa-rawa” dapat melambangkan tempat kotor, tempat hidup, bumi, kehidupan, dll, (e)Bahasa figuratif, yaitu bahasa berkias yang dapat menghidupkan/meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu (Soedjito, 1986:128). Bahasa figuratif menyebabkan puisi menjadi prismatis, artinya memancarkan banyak makna atau kaya akan makna (Waluyo, 1987:83). Bahasa figuratif disebut juga majas. Adapaun macam-amcam majas antara lain metafora, simile, personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke, eufemisme, repetisi, anafora, pleonasme, antitesis, alusio, klimaks, antiklimaks, satire, pars pro toto, totem pro parte, hingga paradoks, (f)Versifikasi, yaitu menyangkut rima, ritme, dan metrum. Rima adalah persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah, dan akhir baris puisi. Rima mencakup (1) onomatope (tiruan terhadap bunyi, misal /ng/ yang memberikan efek magis pada puisi Sutadji C.B.), (2) bentuk intern pola bunyi (aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi bunyi [kata], dan sebagainya [Waluyo, 187:92]), dan (3) pengulangan kata/ungkapan. Ritma adalah tinggi rendah, panjang pendek, keras lemahnya bunyi. Ritma sangat menonjol dalam pembacaan puisi.

    2. Contoh puisi saya

    KEPADA SEORANG AYAH YANG BERBAHAGIA

    Kubayangkan butir air mata memenuhi pelupuk matamu
    saat kau membacakan baris-baris kasih sayang
    kepada buah hatimu
    Kusapa, ada beberapa butir air mata menggantung di sukmaku
    hendak menyeruak ke dunia menemani keharuanmu

    Tak ada yang dapat kuucapkan hari ini
    seperti hari kemarin, aku hanya bisa membisu
    coba kutulis beberapa kata ungkapan kehormatan
    kepadamu yang kini duduk menyaksikan ilham Allah
    merasuki tulang-tulang tuamu.

    Adakah aku akan melihat orang tuaku
    sebahagia lantunan nyanyian hatimu
    yang hendak menempuh tahap tertinggi kodrat manusia?
    aku merenung menggores bayangan butiran air matamu
    yang terdorong keluar oleh kebahagiaan
    aku berusaha menutupi jalan untuk air mataku
    yang tak sanggup menahan keharuan
    menuntut jalan keluar,
    mungkin hendak berteman dengan air matamu

    BalasHapus
  2. ne tugas titis bu,,,
    contoh puisi

    Pasar Pagi Denpasar

    Sepanjang jam air

    Sepanjang jam pasir

    Di sungai – sungainya yang malam

    Denpasar mencapaiku dari pasar pagi



    Di sungai – sungainya yang malam

    Perempuan – perempuan menjajakan subuh

    Matanya dipenuhi bunga palawija

    Kembang bawah tanah

    Yang tak pernah disunting tubuh



    Sepanjang jam air, sepanjang jam pasir

    Perempuan itu menempuh pagi

    Menumpahkan seluruh isi susunya

    Perempuan yang telah melampaui akilbaliq itu

    Juga menemukan aku



    Mari saya ceeritakan sejarah pasar, tawaranya

    Kisah yang dimulai dari hujan dan

    Burung yang belajar terbang dengan sayap terluka

    Hujan yang mendinginkan burung – burung kudus

    Dengan sangat api yang tumbuh dari kening kupu – kupu

    unsur-unsur puisi
    beberapa ahli mengatakan..
    Richards (dalam Tarigan, 1986) mengatakan bahwa unsur puisi terdiri dari (1) hakikat puisi yang melipuiti tema (sense), rasa (feeling), amanat (intention), nada (tone), serta (2) metode puisi yang meliputi diksi, imajeri, kata nyata, majas, ritme, dan rima.

    (2) Waluyo (1987) yang mengatakan bahwa dalam puisi terdapat struktur fisik atau yang disebut pula sebagai struktur kebahasaan dan struktur batin puisi yang berupa ungkapan batin pengarang.

    (3) Altenberg dan Lewis (dalam Badrun, 1989:6), meskipun tidak menyatakan secara jelas tentang unsur-unsur puisi, namun dari outline buku mereka bisa dilihat adanya (1) sifat puisi, (2) bahasa puisi: diksi, imajeri, bahasa kiasan, sarana retorika, (3) bentuk: nilai bunyi, verifikasi, bentuk, dan makna, (4) isi: narasi, emosi, dan tema.

    (4) Dick Hartoko (dalam Waluyo, 1987:27) menyebut adanya unsur penting dalam puisi, yaitu unsur tematik atau unsur semantik puisi dan unsur sintaksis puisi. Unsur tematik puisi lebih menunjuk ke arah struktur batin puisi, unsur sintaksis menunjuk ke arah struktur fisik puisi.

    (5) Meyer menyebutkan unsur puisi meliputi (1) diksi, (2) imajeri, (3) bahasa kiasan, (4) simbol, (5) bunyi, (6) ritme, (7) bentuk (Badrun, 1989:6).

    Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur puisi meliputi (1) tema, (2) nada, (3) rasa, (4) amanat, (5) diksi, (6) imaji, (7) bahasa figuratif, (8) kata konkret, (9) ritme dan rima. Unsur-unsur puisi ini, menurut pendapat Richards dan Waluyo dapat dipilah menjadi dua struktur, yaitu struktur batin puisi (tema, nada, rasa, dan amanat) dan struktur fisik puisi (diksi, imajeri, bahasa figuratif, kata konkret, ritme, dan rima)

    BalasHapus
  3. 1.unsur-unsur puisi
    beberapa ahli mengatakan..
    Richards (dalam Tarigan, 1986) mengatakan bahwa unsur puisi terdiri dari (1) hakikat puisi yang melipuiti tema (sense), rasa (feeling), amanat (intention), nada (tone), serta (2) metode puisi yang meliputi diksi, imajeri, kata nyata, majas, ritme, dan rima.

    (2) Waluyo (1987) yang mengatakan bahwa dalam puisi terdapat struktur fisik atau yang disebut pula sebagai struktur kebahasaan dan struktur batin puisi yang berupa ungkapan batin pengarang.

    (3) Altenberg dan Lewis (dalam Badrun, 1989:6), meskipun tidak menyatakan secara jelas tentang unsur-unsur puisi, namun dari outline buku mereka bisa dilihat adanya (1) sifat puisi, (2) bahasa puisi: diksi, imajeri, bahasa kiasan, sarana retorika, (3) bentuk: nilai bunyi, verifikasi, bentuk, dan makna, (4) isi: narasi, emosi, dan tema.

    (4) Dick Hartoko (dalam Waluyo, 1987:27) menyebut adanya unsur penting dalam puisi, yaitu unsur tematik atau unsur semantik puisi dan unsur sintaksis puisi. Unsur tematik puisi lebih menunjuk ke arah struktur batin puisi, unsur sintaksis menunjuk ke arah struktur fisik puisi.

    (5) Meyer menyebutkan unsur puisi meliputi (1) diksi, (2) imajeri, (3) bahasa kiasan, (4) simbol, (5) bunyi, (6) ritme, (7) bentuk (Badrun, 1989:6).

    Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur puisi meliputi (1) tema, (2) nada, (3) rasa, (4) amanat, (5) diksi, (6) imaji, (7) bahasa figuratif, (8) kata konkret, (9) ritme dan rima. Unsur-unsur puisi ini, menurut pendapat Richards dan Waluyo dapat dipilah menjadi dua struktur, yaitu struktur batin puisi (tema, nada, rasa, dan amanat) dan struktur fisik puisi (diksi, imajeri, bahasa figuratif, kata konkret, ritme, dan rima)
    2contoh puisi
    tinggal angan ku
    Dulu…..
    ku susuri setiap keluhku denganmu
    setiap tawa,canda dan airmata
    ku labuhkan di pelukmu

    kurindukan hadirmu kembali
    di sini……
    di antara asa dan harapan
    antara mimpi dan kenyataan

    dalam perihnya hidup
    yang kini ku jalani….

    ku ingin kau ada di sini untukku

    tapi……

    angan tinggallah angan
    kau telah pergi ke dunia yang tak sama denganku

    BalasHapus
  4. 1. Jangan pernah melupakan
    Jangan pernah menyesal
    karena pernah mengenalku
    aku telah menciptakan hari yang ajaib bagimu
    kenang aku dalam langkah yang ceriah

    Jangan pernah melupakan
    bahwa kita pernah bersenda tawa
    mengukir kisah menabjubkan
    setelah lelah melepas kerja

    Bagiku kamu adalah keindahan
    bagimu aku adalah kehebatan
    kita selalu hanyut dalam pujian
    terhanyut mimpi yang kelak harus terjadi

    Kamu pergi dengan langkah haru
    dan akan bertemu lagi entah kapan
    bungkus pengalaman yang kita kenal
    menceritakannya kembali
    waktu kita bertemu lagi

    sayonara……
    kawan yang tidak pernah menjadi kawan
    kekasih yang tidak pernah menjadi kekasih
    sampai jumpa dengan cerita yang lebih indah
    di kemudian hari……….
    2.unsur-unsur puisi
    beberapa ahli mengatakan..
    Richards (dalam Tarigan, 1986) mengatakan bahwa unsur puisi terdiri dari (1) hakikat puisi yang melipuiti tema (sense), rasa (feeling), amanat (intention), nada (tone), serta (2) metode puisi yang meliputi diksi, imajeri, kata nyata, majas, ritme, dan rima.

    (2) Waluyo (1987) yang mengatakan bahwa dalam puisi terdapat struktur fisik atau yang disebut pula sebagai struktur kebahasaan dan struktur batin puisi yang berupa ungkapan batin pengarang.

    (3) Altenberg dan Lewis (dalam Badrun, 1989:6), meskipun tidak menyatakan secara jelas tentang unsur-unsur puisi, namun dari outline buku mereka bisa dilihat adanya (1) sifat puisi, (2) bahasa puisi: diksi, imajeri, bahasa kiasan, sarana retorika, (3) bentuk: nilai bunyi, verifikasi, bentuk, dan makna, (4) isi: narasi, emosi, dan tema.

    (4) Dick Hartoko (dalam Waluyo, 1987:27) menyebut adanya unsur penting dalam puisi, yaitu unsur tematik atau unsur semantik puisi dan unsur sintaksis puisi. Unsur tematik puisi lebih menunjuk ke arah struktur batin puisi, unsur sintaksis menunjuk ke arah struktur fisik puisi.

    (5) Meyer menyebutkan unsur puisi meliputi (1) diksi, (2) imajeri, (3) bahasa kiasan, (4) simbol, (5) bunyi, (6) ritme, (7) bentuk (Badrun, 1989:6).

    Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur puisi meliputi (1) tema, (2) nada, (3) rasa, (4) amanat, (5) diksi, (6) imaji, (7) bahasa figuratif, (8) kata konkret, (9) ritme dan rima. Unsur-unsur puisi ini, menurut pendapat Richards dan Waluyo dapat dipilah menjadi dua struktur, yaitu struktur batin puisi (tema, nada, rasa, dan amanat) dan struktur fisik puisi (diksi, imajeri, bahasa figuratif, kata konkret, ritme, dan rima)

    BalasHapus
  5. 1.unsur-unsur puisi
    beberapa ahli mengatakan..
    Richards (dalam Tarigan, 1986) mengatakan bahwa unsur puisi terdiri dari (1) hakikat puisi yang melipuiti tema (sense), rasa (feeling), amanat (intention), nada (tone), serta (2) metode puisi yang meliputi diksi, imajeri, kata nyata, majas, ritme, dan rima.

    (2) Waluyo (1987) yang mengatakan bahwa dalam puisi terdapat struktur fisik atau yang disebut pula sebagai struktur kebahasaan dan struktur batin puisi yang berupa ungkapan batin pengarang.

    (3) Altenberg dan Lewis (dalam Badrun, 1989:6), meskipun tidak menyatakan secara jelas tentang unsur-unsur puisi, namun dari outline buku mereka bisa dilihat adanya (1) sifat puisi, (2) bahasa puisi: diksi, imajeri, bahasa kiasan, sarana retorika, (3) bentuk: nilai bunyi, verifikasi, bentuk, dan makna, (4) isi: narasi, emosi, dan tema.

    (4) Dick Hartoko (dalam Waluyo, 1987:27) menyebut adanya unsur penting dalam puisi, yaitu unsur tematik atau unsur semantik puisi dan unsur sintaksis puisi. Unsur tematik puisi lebih menunjuk ke arah struktur batin puisi, unsur sintaksis menunjuk ke arah struktur fisik puisi.

    (5) Meyer menyebutkan unsur puisi meliputi (1) diksi, (2) imajeri, (3) bahasa kiasan, (4) simbol, (5) bunyi, (6) ritme, (7) bentuk (Badrun, 1989:6).

    Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur puisi meliputi (1) tema, (2) nada, (3) rasa, (4) amanat, (5) diksi, (6) imaji, (7) bahasa figuratif, (8) kata konkret, (9) ritme dan rima. Unsur-unsur puisi ini, menurut pendapat Richards dan Waluyo dapat dipilah menjadi dua struktur, yaitu struktur batin puisi (tema, nada, rasa, dan amanat) dan struktur fisik puisi (diksi, imajeri, bahasa figuratif, kata konkret, ritme, dan rima)

    2.Ratu Bertahta Dihati Ku
    Kau selalu setia menemaniku
    Memelukku disaat bimbang
    Mendoakanku siang dan malam

    Perjuanganmu begitu berarti bagiku
    Kau yang merawatku
    Yang tak pernah lelah membimbingku

    Walau aku sering membuat
    Sungai – sungai yang mengalir deras
    Membelah wajah lembutmu
    Walau aku sering membuatmu
    Kecewa karena sikapmu
    Namun cinta kasihmu

    Tetap tercurah menemani hari – hariku
    Mengiringi langkah kakiku
    Wajahmu sebening tetesan embun pagi
    Hatimu putih suci

    Seputih awan yang berarak ceria
    Menghiasi keindahan lazuardi
    Tak terbayang seandainya kau pergi
    Meninggalkanku yang
    Terombang ambing arus duniawi

    Mama……
    Cintamu lebih dari segalanya
    Sejak saat aku masih dalam kandunganmu
    Kau telah membangun
    Tahta kerajaanmu di hatiku

    Sekarangpun demikian
    Esok, lusa dan seterusnya
    Tak akan ada yang bisa mengganti posisimu
    Kau tetaplah ratu di hatiku
    Dan akan tetap begitu
    Hingga saat kita berkumpul
    Di firdaus nanti

    BalasHapus
  6. 1. Selamat Jalan MawarKu
    Proses demi proses telah kita lalui
    Banyak kenangan terukir di lubuk hati
    Banyak kesan tersimpul mengikat naluri
    Manatap hari-hari penuh misteri
    Manggelinding laksana roda pedati….
    Yang berputar silih berganti.

    Ya Allah Ya Rabbi….
    Proses belum selesai
    Engkau yang mempertemukan kami
    Engkau pula yang memisahkan kami
    Namun pertautkanlah selalu hati kami.

    Mawarku….
    Biarkanlah ku mengenang akan kisahmu.
    Biarkanlah ku mengarungi alam pikiranmu.
    Engkau bawa obor di hatiku
    Engkau bawa pelita di hari gelapku

    Kini…. Kita harus berpisah
    Berpisah dalam kebersamaan
    Kini…. Kau harus pergi, Mawarku….
    Pergi untuk kembali lagi.

    Mawarku….
    Dengan pasrah ku relakan kepergianmu
    Walau itu berat terasa
    Kutitip banyak harapan

    Tertuang Indah di kata ‘Saling’
    Saling percaya….
    Saling mencinta….
    Saling merindu….
    Saling menanti.
    Sebagai perekat antara kita
    Selamat jalan Mawarku.

    2.1.unsur-unsur puisi
    beberapa ahli mengatakan..
    Richards (dalam Tarigan, 1986) mengatakan bahwa unsur puisi terdiri dari (1) hakikat puisi yang melipuiti tema (sense), rasa (feeling), amanat (intention), nada (tone), serta (2) metode puisi yang meliputi diksi, imajeri, kata nyata, majas, ritme, dan rima.

    (2) Waluyo (1987) yang mengatakan bahwa dalam puisi terdapat struktur fisik atau yang disebut pula sebagai struktur kebahasaan dan struktur batin puisi yang berupa ungkapan batin pengarang.

    (3) Altenberg dan Lewis (dalam Badrun, 1989:6), meskipun tidak menyatakan secara jelas tentang unsur-unsur puisi, namun dari outline buku mereka bisa dilihat adanya (1) sifat puisi, (2) bahasa puisi: diksi, imajeri, bahasa kiasan, sarana retorika, (3) bentuk: nilai bunyi, verifikasi, bentuk, dan makna, (4) isi: narasi, emosi, dan tema.

    (4) Dick Hartoko (dalam Waluyo, 1987:27) menyebut adanya unsur penting dalam puisi, yaitu unsur tematik atau unsur semantik puisi dan unsur sintaksis puisi. Unsur tematik puisi lebih menunjuk ke arah struktur batin puisi, unsur sintaksis menunjuk ke arah struktur fisik puisi.

    (5) Meyer menyebutkan unsur puisi meliputi (1) diksi, (2) imajeri, (3) bahasa kiasan, (4) simbol, (5) bunyi, (6) ritme, (7) bentuk (Badrun, 1989:6).

    Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur puisi meliputi (1) tema, (2) nada, (3) rasa, (4) amanat, (5) diksi, (6) imaji, (7) bahasa figuratif, (8) kata konkret, (9) ritme dan rima. Unsur-unsur puisi ini, menurut pendapat Richards dan Waluyo dapat dipilah menjadi dua struktur, yaitu struktur batin puisi (tema, nada, rasa, dan amanat) dan struktur fisik puisi (diksi, imajeri, bahasa figuratif, kata konkret, ritme, dan rima)

    BalasHapus
  7. Indahnya Persahabatan



    Tiada mutiara sebening cinta..

    Tiada sutra sehalus kasih sayang..

    Tiada embun sesuci ketulusan hati..

    Dan tiada hubungan seindah persahabatan..

    Sahabat bukan

    MATEMATIKA yang dapat dihitung nilainya..

    EKONOMI yang mengharapkan materi..

    PPKN yang dituntut oleh undang-undang..



    Tetapi

    Sahabat adalah SEJARAH yang dapat dikenang sepanjang masa..



    Puisi Persahabatan

    Sahabat tak ubahnya atmosfer

    Yang melindungi semua makhluk di bumi

    Dengan merdam sebuah energi besar

    Menjadi sumber dari segala kehidupan

    BalasHapus